MARITO SUKSES

Selasa, 14 Februari 2012

SOLUSI KENAKALAN REMAJA DAN PERGAULAN BEBAS


Oleh : Mamba’ul Ulum, S.Si
Pengajar MTs N Kediri 2
Kenakalan remaja masa kini sudah pada taraf yang sangat meresahkan kita para orang tua. Tawuran pelajar, kriminalitas remaja, narkoba baik sebagai pemakai atau pengedar. Dan yang tidak kalah mengerikan adalah pelajar yang menjadi aktor, aktris dan produser film mesum. Naudzu billahi min dzalik. Remaja kita sudah banyak yang diluar kontrol moral dan di luar kendali orang tua. Semua ini menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua.
Elly Risman, psikolog dari Yayasan Kita & Buah Hati membentuk tim yang dinamai Konselor Remaja untuk mengadakan survei pornografi di kalangan anak-anak. Tim ini menemukan fakta bahwa peredaran video mesum telah merambah dunia kanak-kanak. Penyebarannya melalui ponsel ke ponsel maupun melalui internet.  Ironisnya aktor atau aktris film tersebut adalah para remaja dan pelajar yang pantas jadi kakaknya yang seharusnya jadi panutan, bahkan ada yang masih berpakaian sekolah lengkap dengan badgenya.
Setiap bulan selalu ada berita mengenai beredarnya video porno yang melibatkan pelajar paling tidak dua atau tiga buah, naudzubillah….. lebih dari 500 video porno sudah dibuat dan diedarkan di Indonesia. Menurut penelitian Sony Set, praktisi pertelevisian dan penulis buku “500 Plus, Gelombang Video Porno Indonesia”.  Bahwa 90% pembuat, aktor dan aktris video porno tersebut dari kalangan remaja dari usia SMP sampai Perguruan tinggi.
Gelontoran pornografi yang nyaris tak terbendung ini menurut Sirikit Syah, pakar media, saat ini terdapat 4.200.000 situs porno luar negeri dan 100.000 situs porno dalam negeri yang dengan mudah dapat diakses di internet.  Hal inilah salah satu penyebab hancurnya nilai-nilai moral di kalangan remaja. Dan menurut survei terakhir negara kita menduduki peringkat ke 7 di dunia sebagai negara pengakses situs pornografi. (Jawa Pos, Minggu, 10 Januari 2010).
Selain itu negara kita Indonesia tercinta kini menjadi surga pornografi paling murah di dunia.  Dahulu VCD porno seharga Rp. 30.000,- sekarang Rp.3.000,- jadi sekeping setara dengan dengan 2 buah pensil 2B.  Bahkan yang lebih parah menurut data penyair Taufik Ismail jumlah produksi video porno bajakan 1.000.000 keping setahun.  Ini artinya setiap 25 detik diproduksi satu keping VCD porno.
Dampaknya luar biasa dahsyat. Sejumlah penelitian yang dilakukan terhadap para remaja menunjukkan kecenderungan revolusi perilaku remaja dalam urusan sex.  Seperti hasil survei Synovate Research tentang perilaku sex remaja (usia 15 – 24 tahun) di Jakarta, Bandung dan Medan pada September 2004. hasilnya 44% responden mengaku pengalaman sex sudah mereka dapat di usia 16-18 tahun. Dan 16% mengaku pengalaman sex sudah mereka dapatkan di usia 13–15 tahun.  Total 60% remaja kita di kota-kota besar sudah mendapat pengalaman sex saat pra nikah, yang sangat dikawatirkan akan mengarah pada hedonisme dan free sex. Masya Alloh….. Naudubillah…
Secercah Harapan
Melihat realitas ini Sirikit Syah menyarankan agar pihak sekolah / madrasah menyempurnakan kurikulumnya, memperkaya dengan soft skill serta memperketat akhlaq dan budi pekerti.  Sementara itu penasehat Dewan Pendidikan Jawa Timur Daniel M. Rasyid menyatakan maraknya video porno di kalangan pelajar membuktikan adanya potensi remaja yang besar tetapi tidak terarah.  Kondisi ini bisa terjadi karena guru dan sekolah / madrasah gagal memanfaatkan teknologi untuk kepentingan belajar sehingga teknologi yang mudah dan murah di salah gunakan.
Siswa diarahkan sebisa mungkin untuk menggunakan teknologi secara produktif dan edukatif .  dengan demikian lanjut Daniel pelajar akan disibukkan dengan tugas-tugas yang mengasyikkan supaya bisa mengoptimalkan rasa ingin tahu anak-anak yang besar yang sebenarnya menjadi  modal penting untuk belajar bukan untuk hal-hal yang negatif.
Sejalan dengan itu, Departemen Agama Wilayah Propinsi Jawa Timur mengeluarkan SK Pembukaan Kelas Akselerasi, sehingga di Jatim ada beberapa madrasah yang langsung diinstruksikan untuk membuka program akselerasi. Beberapa madrasah yang ada di Jawa Timur membuka program khusus, program unggulan atau program exelent atau yang sejenisnya. Namun program ini tidak mempunyai payung hukum yang jelas.
Untuk diketahui, di Jawa Timur tercatat ada sembilan madrasah yang memiliki kelas akselerasi, untuk tingkatan aliyah ada 4 madrasah yaitu, MAN Kediri 3, MAN Malang 3, MAN Malang 1 dan MAN Madiun 2.  Sedangkan untuk tingkatan tsanawiyah ada 5 madrasah yaitu, MTsN Malang 1, MTsN Malang 3, MTsN Pamekasan, MTsN Ponorogo dan MTs Amanatul Ummah Surabaya dan tahun ajaran baru 2010/2011 MTs N Kediri 2 telah membuka program akselerasi.
Dalam SK Kakanwil Prop. Jatim menyebutkan alasan pembentukan kelas akselerasi yaitu memberikan kesempatan bagi anak yang memiliki kecerdasan lebih agar bisa menempuh pendidikan lebih cepat.  Selain itu agar madrasah tidak kalah dengan sekolah umum di bawah pengawasan Departemen Pendidikan Nasional.
Siswa yang bisa masuk ke kelas akselerasi harus melalui seleksi akademik yang berbeda dengan kelas reguler.  Setiap kelas hanya berisi 23 siswa dan menempuh pendidikan selama 2 tahun dengan sistem catur wulan per semester program reguler.  Selain seleksi dan sistem pembelajaran yang berbeda fasilitas yang di terima juga berbeda, dan proses KBMnya jelas lebih ketat, lebih padat, lebih banyak tugas sehingga anak didik lebih banyak di madrasah yang otomatis lebih banyak diawasi oleh guru pembimbingnya.
Selain itu, program akselerasi juga menawarkan waktu belajar yang lebih singkat, untuk MTs dan MA masing-masing ditempuh dalam waktu hanya 2 tahun sudah lulus. Dengan demikian remaja kita sudah bisa melangkah untuk menentukan masa depan 2 tahun lebih cepat dari waktu program reguler yang sekarang.  Apakah ia akan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau meniti karier dengan bekerja atau segera menikah!. Dengan demikian remaja kita  makin mudah untuk terhindar dari pergaulan bebas (free sex) atapun hedonisme.
Kalau kita perhatikan pelajar kelas XII SMA/MA secara fisik sudah sangat siap untuk dibuahi. Dilihat dari pergaulan meraka, dari apa yang diperbincangkan antar mereka juga menunjukkan bahwa mereka merupakan individu yang sudah sangat ingin untuk menikah dan memang sudah pantas untuk menikah.  Karena adanya peraturan di sekolah / madrasah dan dari orang tua yang melarang sehingga sehingga mereka menahannya. Tidak masalah bagi yang mampu, namun bagi sebagian meraka yang tidak mampu menahan akan terjerumus ke pergaulan bebas bahkan free sex.
Dengan demikian pengurangan masa studi bagi remaja kita sebagai mana tawaran program akselerasi merupakan salah satu solusi permasalahan remaja kita.  Akan lebih menarik lagi kalau program itu diawali dari SD / MI yang 6 tahun jadi 5 tahun.  Sebab pengalaman penulis mengajar materi matematika di SD & MI, materi kelas 4, kelas 5 dan kelas 6, insya Alloh bisa dimampatkan menjadi 2 tahun saja. Allahu ‘alam bis showab.
http://mtsnkediri2.com/index.php/home-mainmenu-1/3-news/82-solusi-kenakalan-remaja-dan-pergaulan-bebas.html

0 komentar:

Poskan Komentar